Waktu senja gelap-gelapan,
Gunung Guntur tegak menggagah,
Kanannya langit kemerah-merahan,
Embun mendatang kapas digobah.
Danau hening, gelap airnya,
Matahari hilang tinggal sinarnya,
Langit terang tiada bercacat,
Belakang gunung perak berkilat.
Terkenang aku waktu malam,
Lama sudah terselang waktu,
Kebaya adik warna biru,
Permintaan aku dituruti,
Sedih tak terkalam penuh di hati,
Akan bercerai sudahlah musti.
Sumber: Pujangga Baru (Agustus, 1935).
Gunung Guntur tegak menggagah,
Kanannya langit kemerah-merahan,
Embun mendatang kapas digobah.
Danau hening, gelap airnya,
Matahari hilang tinggal sinarnya,
Langit terang tiada bercacat,
Belakang gunung perak berkilat.
Terkenang aku waktu malam,
Lama sudah terselang waktu,
Kebaya adik warna biru,
Permintaan aku dituruti,
Sedih tak terkalam penuh di hati,
Akan bercerai sudahlah musti.
Sumber: Pujangga Baru (Agustus, 1935).