Puisi Sisa Hujan Bulan Juni Karya Anggi Mulazimatun Najah
Kemarin, bulan Juni telah turun hujan, pak Sapardi Ia berhamburan turun, menghancurkan baru, hingga rinduku turut berluban…
Kemarin, bulan Juni telah turun hujan, pak Sapardi Ia berhamburan turun, menghancurkan baru, hingga rinduku turut berluban…
Di daerah mimpi nyawaku berdiri sebagai pohon hitam dengan buah-buah getir bergantung di dahan Hanya ular yang menjaga t…
Ketika terbuka jendela, terdengar hiruk-pikuk kota. "Apa saja yang sudah kuberikan padamu," kata penyair, "k…
Tersesat di belantara ia dikejar tanya: Di mana Saudaramu? Mengapa kaukucilkan dari dada dan biarkan ia terkapar di pa…
Laut, di mana mata airmu supaya aku bisa kembali ke asalmu Laut, di mana mata anginmu supaya aku bisa mengikuti arusmu …
Masihkah kita harus bersengketa ketika hari hampir habis dan doa hanya menjadi ritus ala kadarnya? Sementara daun-daun …