Sebuah lembah di depan, sungai menggeliat di perutnya
Di tepi hutan pinus sejenak kita istirahat
Ialah biru yang sepotong, awan menggumpal berkejaran
Gunung benteng terakhir mendukung senja
Matahari terbakar dalam api yang sepi
Garis-garis angin mengucapkan selamat malam
Ke tengah kami tiga regu infanteri
Dalam derap bening akan memasuki lembah
Ada bintang mulai kemerlap membisik cahaya
Sebuah kota di bawah kabut yang jauh
Gunung-gunung bergetar panji malam semakin jelaga
Mengibarkan tangan angin pada dahanan meluruh
Seorang perlahan menyanyikan lagu republik
Bersandar di cemara, laras senjata menunjuk langit
Memicingka mata serta bahu memar mengembara
Rimba akasia di pucuk paling biru
Kutepuk kini pundakmu, bukit benteng setia
Sehabis di punggungmu kami sembahyang dalam doa
Ialah langkah merayap malam penyergapan
Ketika sebutir bintang gemerlap membisik cahaya.
(1963)
Sumber: Sajak Ladang Jagung (1973).
Di tepi hutan pinus sejenak kita istirahat
Ialah biru yang sepotong, awan menggumpal berkejaran
Gunung benteng terakhir mendukung senja
Matahari terbakar dalam api yang sepi
Garis-garis angin mengucapkan selamat malam
Ke tengah kami tiga regu infanteri
Dalam derap bening akan memasuki lembah
Ada bintang mulai kemerlap membisik cahaya
Sebuah kota di bawah kabut yang jauh
Gunung-gunung bergetar panji malam semakin jelaga
Mengibarkan tangan angin pada dahanan meluruh
Seorang perlahan menyanyikan lagu republik
Bersandar di cemara, laras senjata menunjuk langit
Memicingka mata serta bahu memar mengembara
Rimba akasia di pucuk paling biru
Kutepuk kini pundakmu, bukit benteng setia
Sehabis di punggungmu kami sembahyang dalam doa
Ialah langkah merayap malam penyergapan
Ketika sebutir bintang gemerlap membisik cahaya.
(1963)
Sumber: Sajak Ladang Jagung (1973).