Puisi Cantik Itu Kutuk Karya Tifanie Rivera Pangestu
Dalam sempitnya dunia makhluk fana, semuanya diukur oleh rupa. Pesona seolah memegang semua kendali, namun, seberapa dal…
Dalam sempitnya dunia makhluk fana, semuanya diukur oleh rupa. Pesona seolah memegang semua kendali, namun, seberapa dal…
Pagi ini seperti hari biasanya, di udara tercium aroma roti yang terpanggang, selai stroberi buatan rumah dan lelucon Ayah …
Di setiap sudut sepi, gema suaramu masih terdengar Rindu bagaikan lumut yang menjalar, merayapi seluruh senyummu yang ter…
Di antara bisik-bisik angka yang tak pernah reda, Tinta hitam ibarat teman setia, menulis dengan sisa desir napas, menye…
Ada hari-hari ketika aku merasa hilang dari diriku sendiri— seperti bayangan yang terlambat kembali ke tanah. Aku menc…
Mereka berkata kita bebas kata yang diulang seperti doa di langit yang tak pernah benar-benar mendengar. Kebenaran ber…